Sempat Nelpon Pasien Positif Covid-19, Bupati Adi Rozal : Kondisi Pasien Baik-baik Saja

Jambireview.com, Kerinci – Setelah salah seorang warga Kerinci yang dinyatakan positif Covid-19 pada Senin lalu, saat ini masih menjalani Isolasi di RSUD MHA Thalib Kerinci dan dalam keadaan baik.

Bupati Kerinci Adirozal mengatakan, ia sempat menelepon pasien tersebut pada sore Rabu sore untuk menanyakan kondisinya, dan ia menjelaskan bahwa saat ini kondisi pasien baik-baik saja meski telah dinyatakan positif Covid-19.

“Rabu sore saya melakukan komunikasi langsung melalui telepon dengan yang bersangkutan selama lebih kurang 15 menit, alhamdulillah beliau segar dan baik-baik saja dan selama saya telepon tidak pernah satu kali pun saya dengar beliau batuk-batuk,” kata Bupati, Sabtu (4/4/2020).

Ketika melakukan komunikasi melalui telepon dengan pasien, Bupati dua periode ini juga memotivasi dan memberikan semangat kepada pasien, serta memastikan kepada pasien apakah dirawat secara baik oleh pihak Rumah Sakit.

“Yang bersangkutan nampaknya semangat untuk sehat dan beliau mengatakan, Alhamdulillah dirawat dengan baik, selalu dicek dan diberikan obat. Tidak usah memikirkan yang macam-macam dulu, fokus pada kesehatan dan kesembuhan,” ucap Adirozal.

Ditambahkan Adirozal, pasien 02 Provinsi Jambi ini tidak dirujuk ke kota Jambi, karena kondisinya masih memungkinkan untuk dirawat dan diisolasi di RSUD MHA Thalib Kerinci. Namun jika nantinya kondisi pasien memburuk maka baru akn dirujuk ke kota Jambi.

“Sesuai dengan SOP nya, jika suhu tubuh pasien tidak tinggi, tidak pakai oksigen, masih bisa bernafas seperti biasa, maka akan tetap dirawat disini. Karena jika kita lihat dari pasien kena sampai saat ini sudah 18 hari dan pasien kelihatannya segar dan baik-baik saja, mari sama-sama kita berdoa untuk beliau agar segera sembuh,” papar Bupati.

Saat ini, Pemkab Kerinci melalui Gugus Tugas Penanganan Covid-19, masih menulusuri orang-orang yang pernah melakukan kontak fisik dengan pasien Positif Covid-19 ini. Dan orang-orang tersebut nantinya akan dimasukkan dalam daftar Orang Dalam Pemantauan (ODP) dan diminta untuk melakukan Isolasi Mandiri selama 14 hari.

“Yang pernah kontak dengan beliau terus kita pantau, dan bagaimana gejalanya, apakah suhu tubuh tinggi, batuk-batuk atau gejala lainnya. Jika orang tersebut sesuai dengan indikasi-indikasi mendekati virus Corona, maka beliau termasuk dalam ODP,” tutupnya. (Kir)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *