Monthly Archives: Oktober 2019

Wawancara Lengkap Novel Baswedan di Blak-blakan

Penyidik senior KPK, Novel Baswedan blak-blakan tentang aktor intelektual teror terhadap penyidik KPK, dugaan masukan palsu untuk Kapolri, hingga pengusutan kasusnya yang justru mundur. Dia juga bercerita tentang kampung halaman serta masa depannya.

Teror air keras pada 11 April 2017 silam merusak penglihatan Novel sehingga dia harus dirawat di Singapura. Novel kemudian kini menjalani rawat jalan sambil menunggu langkah medis berikutnya.

Blak-blakan dengan Novel Baswedan berlangsung di salah satu lokasi di Singapura, Minggu (31/7/2017). Tim detikcom awalnya menemui Novel di salah satu masjid.

Selepas salat asar, Novel Baswedan tidak langsung beranjak dari posisi duduk tahiyat akhirnya. Dia masih berzikir hingga sebagian besar jemaah meninggalkan masjid.

Setelah berzikir, Novel mengalihkan pandangannya kepada tim detikcom yang memang sudah membuat janji bertemu sebelumnya. Tegur sapa dan bertanya tentang kabar mengawali obrolan kami yang berlanjut ke salah satu lokasi di Singapura.

“Indikasi memang aktor intelektualnya sama, dan ini kemudian saya berpikir mestinya tidak boleh dibiarkan. Sampai kapan lagi negara atau pemerintah abai dengan hal ini. Saya menggunakan kata-kata abai karena ini sangat buruk sekali apabila terjadi lagi, sangat buruk sekali,” ucap Novel.

Berikut wawancara lengkap detikcom dengan Novel Baswedan di Singapura:

Mas Novel apa kabar hampir 4 bulan setelah peristiwa yang mungkin tidak bisa mas lupakan?

Saya kabar baik, alhamdulillah, memang saya sekarang dalam tahap pengobatan ya untuk mata kanan dan kiri, terutama mata kiri saya yang memang proses pengobatannya perlu waktu dan perlu treatment yang lebih serius barangkali

Berarti mata kiri Mas Novel yang memang sekarang sedang menunggu langkah medis selanjutnya?

Mata kanan dan kiri sebetulnya, cuma yang kiri treatmennya lebih jauh karena ada bagian-bagian dari organ yang mati sehingga perlu pengobatan yang lebih ekstra di antaranya bisa jadi operasi dan lain-lain

Dalam waktu dekat akan ada langkah medis selanjutnya?

Ya yang saya dapat informasinya dari dokter, tentunya dalam waktu dekat dokter akan memastikan langkah-langkah apa, antisipasi dari risiko-risiko atau efek samping yang perlu diantisipasi setelah itu dokter mungkin akan mengambil langkah untuk operasi

Tapi untuk sehari-hari Mas Novel yang kesulitan apa?

Saya tentunya karena sakitnya di mata, keseharian yang terganggu adalah penglihatan, jadi selain itu, aktivitas saya normal, biasa. Yang berhubungan dengan penglihatan memang tentunya sangat terganggu

Ini sudah hampir 4 bulan di Singapura dan sekarang sudah rawat jalan, bagaimana keseharian Mas Novel sekarang?

Saya kurang lebih sekitar seminggu lewat sedikit atau 10 hari rawat jalan ini, selebihnya saya di rumah sakit, rawat inap. Selama rawat jalan ini alhamdulillah perkembangan saya lebih bagus karena memang dokter meminta saya beraktivitas yang diharapkan dengan aktivitas itu mengembalikan fungsi-fungsi organ yang mati atau rusak dengan lebih cepat, barangkali seperti itu

Seberapa rindu Mas Novel dengan keseharian di KPK, menjadi penyidik, kangen nggak sih?

Tentu ketika berdiam diri saja, tidak banyak aktivitas yang sebagaimana rutin atau normalnya saya beraktivitas itu tidak menyenangkan tentunya. Ketika saya bisa beraktivitas lebih banyak, bisa bermanfaat untuk orang lain dengan lebih banyak, itu sesuatu hal yang saya harapkan tentunya. Jadi kalau seberapa rindu, ya memang saya ingin sebisa mungkin segera bisa kembali beraktivitas yang bisa bermanfaat bagi orang lain-lainSoal kejadian di bulan April, sebelum teror disiram air keras, Mas Novel juga mengalami berbagai teror sebelumnya, apakah Mas Novel mempunyai kecurigaan itu orang yang sama?

Jadi memang benar saya mendapatkan teror beberapa kali, dan sebagaimana pernah saya sampaikan ke media lainnya, teror ini bukan cuma terhadap diri saya, cuma yang terekspos atau diekspos, yang berhubungan diri saya saja. Sebenarnya ada juga petugas-petugas KPK lainnya, baik penyidik maupun yang petugas yang membantu tugas penyidik, dilakukan teror juga, dan itu terkait dengan beberapa kasus, artinya kasus-kasus yang berbeda. Indikasi memang aktor intelektualnya sama, dan ini kemudian saya berpikir mestinya tidak boleh dibiarkan. Sampai kapan lagi negara atau pemerintah abai dengan hal ini. Saya menggunakan kata-kata abai karena ini sangat buruk sekali apabila terjadi lagi, sangat buruk sekali. Setelah sekian lama terjadi, mau berapa lama lagi akan terjadi. Dan satu hal lagi yang lebih penting adalah kalau ini dibiarkan ke depan apakah kita ingin mengharapkan orang-orang yang tadinya bisa diharapkan untuk berjuang untuk negara dan bangsa, kemudian kalah dengan ditakut-takuti dengan cara begitu. Nah ini nggak boleh terjadi. Dan ini mestinya menjadi concern, menjadi perhatian, baik bapak Presiden maupun pemimpin-pemimpin di negara kita, di Indonesia

Yang saya dengar, teror-teror itu berhubungan dengan pencurian barang bukti? Apakah itu benar?

Ya saya mendapat informasi dari beberapa rekan, banyak yang terjadi, tapi saya tidak bisa menyampaikan poin per poin karena terlalu banyak saya kira, dan saya menduga penanganan yang dilakukan justru membuat perkara teror ini seolah-olah biasa-biasa saja sehingga sebagaimana pernah saya sampaikan ke media sebelumnya, saya pada posisi tidak percaya bahwa ini akan diungkap dengan serius. Oleh karena itu saya mengharapkan dibentuk tim gabungan pencari fakta untuk mengungkap ini apabila memang dianggap serius

Baru tadi siang Pak Jokowi akan memanggil Kapolri untuk membahas kasus Mas Novel, sebelumnya Pak Jokowi juga sudah pernah bicara langsung meminta tegas untuk mengusut tuntas kasus Mas Novel ini, sekarang Pak Jokowi akan memanggil langsung Kapolri, apakah ini menumbuhkan sedikit kepercayaan pada Mas Novel kasus ini akan tuntas?

Ya saya melihat itu sebagai hal positif walaupun saya tidak yakin, kenapa? Saya khawatir juga Pak Kapolri diberi masukan yang palsu dari anak buah. Anda bisa bayangkan, contoh, salah satu fakta tentang orang-orang yang memantau di depan rumah saya, direkayasa seolah-olah itu adalah, istilahnya itu mata elang, kalau nggak salah. Itu fakta yang menurut saya kontradiktif dengan fakta yang diperoleh di lapangan, dan itu membuat saya berpikir atau berkeyakinan bahwa itu adalah upaya untuk pengelabuhan. Seandainya ada suatu peristiwa dan kemudian ingin dibikin alibi, saya kira tidak perlu penyidik handal untuk membuat seperti itu bisa dilakukan kok. Sekarang bukan masalah alibinya seperti apa, tapi seserius apa. Kalau ada fakta yang dikelabuhi, apakah Anda masih bisa percaya dengan alibi-alibi yang dibuat? Karena alibi-alibi yang dibuat untuk menutupi fakta, ya sangat mudah, tidak sulit. Ini yang saya melihat. Jangan sampai kemudian Pak Kapolri diberi masukan yang palsu atau tidak benar oleh bawahannya dan kemudian melaporkan ke Pak Presiden dan kemudian direspons kepada Pak Presiden dengan cara yang salah tentunya

Apakah masukan palsu dari jenderal yang sempat Mas Novel sebutkan?

Saya tidak tahu mekanisme pelaporannya seperti apa, yang jelas saya melihat perkembangan sampai sekian lama, saya pesimis ini akan diungkap dengan serius, jangankan sampai ke aktor intelektual, sampai pelaku lapangannya saja saya tidak yakin

Berarti walaupun hari Senin, 31 Juli nanti, Presiden memanggil Kapolri, Mas Novel tetap tidak yakin kasus ini bisa tuntas?

Saya melihat pemanggilan itu sebagai hal yang positif. Tapi saya menduga apabila dibicarakan yang formal-formal saja, kejadiannya akan seperti itu. Yang dilaporkan adalah, oh telah diperiksa saksi-saksi, oh ini telah ada alibi dan lain-lain. Apa sulitnya membuat alibi-alibi begitu, toh juga fakta-fakta yang diungkap itu, yang saya contohkan tadi, salah satu adalah fakta yang menurut saya adalah pengelabuhan, itu fakta yang nggak benar. Dan yang membuat saya kecewa, ada beberapa saksi yang diungkap namanya ke publik dan itu menurut saya adalah bagian dari teror kepada saksi, ndak boleh begitu

Harusnya dilindungi?

Saksi yang disebut namanya di publik itu ini sesuatu yang sangat buruk. Saya harap media juga tahu bahwa itu ada, dan memang saya sangat menyayangkan ada beberapa saksi yang namanya disebut di publik. Dan ini berbahaya. Bagaimana kita mengharapkan atau kita mau percaya ketika proses itu dilakukan dengan hal-hal yang itikadnya demikian, mau mengungkap nama-nama saksi, orang tersangka biasanya pakai inisial, saksi disebut nama di publik

Mas Novel, kembali ketika Mas Novel dibawa ke rumah sakit, ketika itu Ketua KPK juga langsung mengantar Mas Novel, ada pesan khusus yang disampaikan?

Ya tentunya beliau prihatin dengan kejadian ini, beliau juga menginginkan ini diungkap dengan serius, begitu juga beberapa waktu kemudian Pak Kapolri hadir ke lokasi, ke tempat saya dirawat, beliau juga menyampaikan hal yang hampir serupa, Pak Kapolda Metro juga menyampaikan demikian. Bahkan 2 minggu pertama, proses pengungkapan berjalan dengan baik, dengan ya saya bisa bilang baiklah, artinya prosesnya lumayan normal, tapi sekarang prosesnya justru mundur jauh sekali dibanding 2 minggu 3 minggu pertama proses terjadi. Nah ini yang kemudian saya bisa berkata saya tidak percaya proses yang ada sekarang

Ketika Kapolri dan Ketua KPK bertemu juga dan menyampaikan akan ke Singapura menemui Mas Novel?

Begini, mbak. Memang disampaikan bahwa akan datang menemui saya di Singapura walaupun memang belum dilakukan setelah pertemuan dengan pimpinan KPK. Dan kemudian 2 bulan setengah setelah kejadian dibuat sketsa wajah dan disampaikan juga alasan bahwa itu akan ditunjukkan kepada saya, pertanyaannya adalah untuk apa? Sejak awal kejadian saya sudah menyampaikan saya tidak melihat langsung pelakunya. Ketika ini mau ditunjukkan ke saya, padahal para penyidik dan para aparatur, maksudnya petugas-petugas di lapangan yang melakukan penanganan perkara ini, mereka sudah saya beritahu beberapa kali, bahwa saya tidak melihat pelakunya. Sketsa wajah mau ditunjukkan pada saya, untuk apa? Apakah untuk menjawab, untuk mendapatkan jawaban dari saya bahwa saya tidak mengenali, dan kemudian dipublikasi ternyata Novel tidak mengenali, apakah itu yang ingin dibuat, saya kira ini menunjukkan bahwa proses itu tidak serius

Kembali soal saat pimpinan KPK menemui Mas Novel, kalau meliihat ke belakang, tekanan ke Mas Novel tidak hanya dari luar, publik mengingat soal SP2 dan rumor Mas Novel ditaruh di BUMN, Mas Novel bagaimana melihatnya?

Begini, mbak. Saya di KPK selain sebagai penyidik juga sebagai ketua wadah pegawai. Ketua wadah pegawai adalah, salah satu fungsinya adalah menjaga untuk kepentingan KPK agar tetap sebagaimana tujuan pembentukan KPK. Ketika ada rencana yang sudah hampir jadi bahwa penyidik akan dimasukkan pangkat Komisaris Besar tentunya ini berbahaya buat KPK. Bukan bicara oh si A si B, bukan, ketika pangkat Komisaris Besar atau Kombes dimasukkan sebagai penyidik, saya kira ini tidak baik bagi KPK. KPK sebisa mungkin itu mempunyai penyidik sendiri, dan yang kedua, apabila diperlukan penyidik dari Polri, sebagaimana penyampaian Pak Kapolri beberapa kali dalam beberapa kesempatan, penyidik dari Polri yang diperlukan adalah penyidik-penyidik muda, bukan penyidik-penyidik muda, bukan penyidik-penyidik pada pangkat Kombes. Protes itulah yang disampaikan saya sebagai ketua wadah pegawai, dan protes itu yang kemudian menjadi polemik di internal, yang tentunya ini berhubungan dengan orang-orang tertentu yang saya nggak bisa sebutkan

Apakah mas Novel melihat itu sebagai tekanan dari internal?

Saya tidak ingin berspekulasi sampai ke sana, cuma saya menyampaikan bahwa saya sebagai pegawai tetap KPK sekarang ini dan sebagai ketua wadah pegawai KPK, berkepentingan sekali untuk menjaga independensi KPK dan itu menjadi hal yang menjadi perhatian untuk seluruh pegawai KPK tentunya

Di Pansus Angket KPK menghadirkan beberapa saksi seperti Yulianis, Muhtar Ependy dan Niko Panji Tirtayasa yang membawa-bawa nama Mas Novel, disebut tuduhan Mas Novel mengancam, membawa pelesiran, seperti itu, bagaimana tanggapan Mas Novel?

Yang pertama, saya kalau mengklarifikasi sekarang rasanya tidak baik, karena nanti dianggapnya klarifikasi saya sepihak. Cuma saya melihat tim panitia angket ini memang sejak awal seperti sengaja mentarget seseorang, di antaranya saya barangkali. Jadi ketika ada informasi apapun yang berhubungan dengan saya menjadi, seolah-olah seperti anak kecil yang dapat mainan, jadi senang sekali begitu. Padahal mainannya penuh pulut, penuh keburukan di sana, mestinya tidak demikian. Ini adalah pekerjaan yang berhubungan dengan anggaran negara, ketika dilakukan dengan cara demikian, dengan tidak bisa mempunyai pertanggungjawaban yang baik, tentunya itu tidak baik pula

Mas Novel juga dilaporkan ke Bareskrim, bagaimana?

Pertanyaannya adalah apabila kemudian ternyata laporannya itu palsu, apakah Bareskrim akan menangani Niko Panji? Saya nggak yakin. Jadi sekarang seperti seolah-olah mencari-cari kesalahan saya. Dan saya senang dengan dibegitukan, dengan begitu berarti saya akan betul-betul dilihat, apakah benar yang dilaporkan itu. Bagi saya itu koreksi. Kalau memang ada yang nggak benar silakan saja, saya senang sekali diperiksa begitu. Karena ketika dibilang saya menerima rumah kos-kosan 50 kamar, saya memberikan fasilitas jet pribadi ke Raja Ampat, segala macam, bagi saya itu keanehan yang sangat luar biasa, tapi ya silakan saja. Toh juga mestinya tim angket, tim panitia angket ini, walaupun saya dalam posisi tidak mengakui legitimasinya, silakan saja, dia juga punya cara kok untuk mengecek

Beralih ke keluarga, apakah keluarga mondar-mandir mendampingi?

Ya tentunya ndak bisa selalu ada di sini ya. Ketika ada kesempatan, ada waktu, keluarga saya sesekali datang dan saya juga memahami tentunya ada kesibukan-kesibukan, ada anak saya harus sekolah, dan lain-lain. Saya kira itu saya bisa memahami sebagai hal yang harus diatur waktunya

Apa yang Mas Novel sampaikan ke anak dan istri akan teror yang belum juga diungkap ini?

Bagi saya, setiap peristiwa, itu saya selalu meyakini terjadi hanya karena kehendak Allah. Siapapun yang punya rencana atau melakukan upaya-upaya. Tentunya ketika terjadi, sudah terjadi, saya tidak pernah berpikir negatif, saya berpikir positif. Toh juga dengan kejadian ini saya bisa mengajarkan kepada anak-anak saya, dan kepada istri saya untuk selalu meningkatkan iman dan takwa, dan dengan demikian, mereka tentunya saya harapkan akan mendapatkan pelajaran yang positif

Respons sendiri atau kata istri atau anak-anak mas Novel?

Tentunya kalau respons awal sebagai manusia tentu kaget, shock, sedih dan lain-lain. Tapi sejak awal kejadian saya selalu mengingatkan untuk sabar, ikhlas, dan tawakal. Karena itu yang terbaik

Ada protes dari istri dan anak-anak terkait pekerjaan Mas Novel? Atau ada saran untuk bekerja yang lain?

Nggaklah, saya kira anak-anak saya dan istri, mereka alhamdulillah cukup kuat, dan mereka bisa memahami apa yang saya lakukan. Bahkan mereka mendukung saya untuk selalu bekerja atau berjuang menegakkan kebenaran dan menegakkan hukum sebagai penyidik

Dengan kondisi Mas Novel saat ini, apakah Mas Novel siap menghadapi yang terburuk terkait masa depan Mas Novel sebagai penyidik KPK?

Ya saya kira saya lebih nyaman dan lebih baik apabila saya memandang segala sesuatu positif. Yang kedua, saya tidak mau berandai-andai. Saya melihat segala sesuatu adalah yang hari ini, sampai pun saya juga tidak tahu apakah besok saya masih hidup. Dengan demikian, saya tidak mau kemudian berandai-andai yang terlalu panjang

Ke depan masih tetap di KPK atau yang lain?

Kalau untuk rencana, tentunya saya berencana tetap di KPK. Tapi segala sesuatu yang terjadi, saya tidak pernah kemudian berandai-andai yang terlalu jauh

Saat ini dukungan untuk Mas Novel tidak ada habis-habisnya, termasuk reporter kami ke Sumur Umbul di mana masa kecil Mas Novel dulu. Mas Novel sendiri kapan terakhir pulang ke Semarang?

Saya sudah cukup lama tidak pergi ke Semarang karena kedua orang tua saya tinggal di Jakarta. Saya lupa mungkin 3 tahun yang lalu barangkali saya terakhir ke sana, dan tentunya saya tidak bisa datang dalam waktu yang lama. Apabila saya ada di Semarang dan ada kesempatan, biasanya saya suka mampir ke tempat-tempat di mana saya punya kenangan dan sejarah di sana

Di Sumur Umbul sampai SMP atau SMA?

Setelah saya lulus Akpol kemudian saya mengikuti penempatan tugas dan setelah itu orang tua saya pindah dari sana

Mungkin ada kenangan atau masa kecil dulu seperti apa Mas?

Ya tentunya sebagaimana biasanya anak muda, anak kecil, saya juga bergaul dengan lingkungan, dengan masyarakat sekitar. Dan katanya, orang tua saya, dan katanya tetangga saya, saya dulu pendiam, tapi saya kan nggak ingat

Ini dukungan dari masyarakat juga, dari Twitter, Facebook, Instagram. Apa yang ingin disampaikan Mas Novel?

Tentunya saya mengucapkan terima kasih atas dukungan, perhatian, dan doa dari seluruh masyarakat Indonesia, dan tentunya saya berharap ke depan saya semakin kuat, dengan kejadian ini membuat saya semakin kuat dan semakin berani, saya sama sekali tidak berpikir atau berharap saya menjadi kendur dengan kejadian ini. Begitu juga saya berharap kepada anak-anak muda bahwa negara Indonesia, bangsa Indonesia ini milik kita, kalau kita tidak jaga, kalau kita tidak berbuat untuk bangsa dan negara, kita mau mengharapkan siapa lagi. Kita tahu bahwa masih banyak aparatur yang baik, tetapi aparatur yang korupsi juga banyak, akibat dari korupsi yang terjadi ini mengganggu kepentingan bangsa dan negara. Tentunya merampas hak-hak seluruh warga negara, merampas kepentingan negara untuk bisa berkembang, untuk bisa maju, untuk bisa kuat. Oleh karena itu sangat wajar kalau kita menganggap bahwa koruptor adalah teroris yang sebenarnya. Oleh karena itu menghadapi koruptor yang saya bilang sebagai teroris-teroris kepada bangsa dan negara ini, kita mesti harus berani, kita harus mau berkorban untuk kepentingan bangsa dan negara. Begitu juga saya sampaikan kepada seluruh pegawai KPK. Di KPK kita semestinya tidak hanya seperti orang bekerja, tapi berjuang, kalau di KPK hanya untuk bekerja, rasanya Anda salah masuk ke suatu tempat, tapi di KPK berjuang. Di sana harapan masyarakat, harapan seluruh elemen bangsa dan negara itu ditumpukan. Dengan demikian, kita berharap ke depan lembaga negara lainnya bisa berubah untuk mendukung kemajuan bangsa dan negara

Kapolda Metro: Sudah Rp 400-an Juta Dana Dicurigai Terkait Makar

Polda Metro Jaya sedang menyelidiki aliran dana makar yang mencoba mendompleng aksi damai 212. Sudah ada sekitar Rp 400-an juta dana yang dicurigai terkait aksi makar.

“Mungkin Rp 400-an juta, mungkin ada ratusan (juta) lain yang belum terungkap, kami hati-hati sekali untuk itu. Mereka kan sudah pintar, nggak mungkin dana itu ditransfer, pasti cash kan. Bisa ketahuan aliran rekeningnya kan,” tutur Kapolda Metro Jaya Irjen M Iriawan saat ditanya tentang total dana agregat yang dicurigai dialirkan untuk aksi makar.

Hal itu dikatakan Kapolda Irjen M Iriawan dalam wawancara dengan detikcom di kantornya, Polda Metro Jaya, Jalan Jenderal Sudirman, Jakarta, Rabu (28/12/2016) yang ditulis Jumat (31/12/2016).

“Ada yang sekali transfer, ada, mungkin kebetulan nggak ada waktu untuk ngasih cash,” imbuhnya.

Iriawan menegaskan, pihaknya sangat berhati-hati sekali mengungkap aliran dana terkait makar ini. Hal ini karena menyangkut kredibilitas seseorang.

“Nanti kalau sudah gamblang. Kembali lagi, ini menyangkut kredibilitas seseorang. Lebih baik saya lambat menyampaikan atau tidak menyampaikan, daripada saya cepat menyampaikan tapi ternyata tidak pas,” tegas dia.

Berikut wawancara lengkap wartawan detikcom dengan Kapolda Metro Jaya tentang aksi makar yang mewarnai Pilgub DKI Jakarta serta aliran dana makarnya:

Tahun depan akan ada Pilkada serentak 2017. Kinerja Polda Metro Jaya pastilah menjadi benchmark untuk kinerja Polda di daerah-daerah di Indonesia dalam menangani keamanan Pilkada serentak 2017. Setelah 11 tokoh kemarin diamankan Polda Metro Jaya karena diduga makar, apakah niat dan potensi tersebut masih ada?

Nggak ada kaitan antara makar dan Pilgub DKI. Nggak ada kaitan.

Pengamanan dulu, tentu sesuai ketetapan kami lakukan pengamanan maksimal. Mulai penetapan calon, nomor urut, sampai kampanye dan nanti saat pencoblosan dan penghitungan suara. Masing-masing tahapan sudah kami siapkan pengamanan, sehingga semua rangkaian kegiatan bisa berjalan dengan lancar, aman dan sukses.

Semua pasangan calon, sama di mata kami. Kepolisian harus semua diamankan agar semua orang bisa melaksanakan kompetisi Pilkada DKI secara bersama dan sehat saat yang sama bisa menjadi Pilkada yang jujur, adil, aman dan kondusif.

Sekarang sudah masuk masa kampanye. Sampai sekarang Alhamdulillah, situasi masih kondusif. Meskipun ada riak-riak kecil. Yang menurut saya segera kami atasi seperti gangguan pada pasangan nomor 2. Sudah selesai kasus yang kami ajukan ke peradilan, kasus yang sudah disidangkan sesuai dengan perbuatan yang dilakukan.

Kemudian sekarang sudah 48 hari lagi menjelang pencoblosan, hemat kami, bisa berjalan dengan lancar. Meski ada beberapa kali penghadangan segala macam, sudah landai sekarang. Tidak ada lagi. Itu hal kurang baik daapat mengganggu dan bisa diproses (hukum) kalau terjadi lagi.

Tentang makar, mengapa Pak Sri Bintang Pamungkas tetap ditahan hingga sekarang?

Kami sampaikan, pada 411 kami sudah melihat indikasi itu (makar-red) ada, namun kami belum dalami berkaitan dengan permufakatan makar. Rencana melakukan makar saja sudah dipidana, pasal 107 jo pasal 110, sehingga baru perbuatan kumpul, tiap pelaksaannya kami tindaklanjuti ke penetapan hukum.

Lebih jelas lagi setelah 212, di mana aksi yang turun memang aksi damai, zikir dan doa diprakarsasi oleh GNPF MUI.

Tapi di luar itu ada yang mendompleng, yang saya bilang beberapa yang malam itu kami ambil, melakukan penangkapan. Polisi tentu sudah memiliki bukti penetapan yang cukup. Tak ada hubungannya dengan Pilkada.

Kenapa mendompleng? Jadi massanya nanti yang sudah disiapkan permufakatan makar, selain massa yang disiapkan, akan mabil massa cair yang pulang dari kegiatan 212 yang hari itu, sehingga nanti diharapkan bisa didomplengi banyak.

Kami sudah dapat informasi sudah tahu perencanaan, gambarnya juga ada. Juga pergunakan buruh yang akan demo di depan Balai Kota yang masalahnya PP 78 tentang pengupahan itu akan diambil, sehingga malam itu kami melakukan langkah agar itu tidak terjadi. Kasihan rakyat kalau itu sampai terjadi, bentrokan akan bawa bergerak ke DPR dengan massa disiapkan, massa cair dengan buruh. Tapi Alhamdulillah massa buruh tak mau terbawa karena kami sudah melakukan komunikasi dengan Iqbal (Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia/KSPI) Said Iqbal-red).

Jadi beda, massa buruh dengan massa damai itu beda, zikir tak ada kaitannya. Mereka itu mendompleng. Makanya orang-orang itu tak ada dalam kegiatan zikir dan doa. Mereka itu siapa, ya tempo hari bu Ratna (Ratna Sarumpaet), Rachmawati, Sri Bintang Cs kan tak ada, dia siap di sekitar Thamrin.

Yang bersangkutan beberapa hari menginapnya di Sari Pan Pacific. Kami sudah ikuti ke sana, mereka akan mengambil massa yang akan pulang. Kan banyak itu ya (massanya), kalau diambil 5 ribu atau 2 ribu aja, kan ramai itu.

Beberapa tersangka dari pelaporan soal Sri Bintang Pamungkas atas orasinya di Kalijodo, aksinya dilakukan sebelum ada permufakatan jahat. Apa memang satu rangkaian?

Ya termasuk itu juga

Pemimpin massa aksi damai itu sadar tidak kalau massanya akan didomplengi?

Itu kan banyak massanya, dari mana saja, tak ada pemimpin, itu berbagai kalangan. Katakan massa dari FBR, dia nggak ngerti juga, tapi dia digiring saja mau ke DPR setelah bubar. Siapa saja yang bisa diangkut bisa terlaksana, 50 keangkut 20 kan lumayan, dia siapkan mobil komandonya, sudah siap juga.

Apa peranan Firza Husein dalam permufakatan makar ini?

Ada, dalam rapat itu ada, dia menyiapkan mobil komando, bersama dengan Ahmad Dhani

Termasuk dengan Eko Suryo Santjojo?

Ya bersama dengan Eko.

Tak ada hubungan dengan yayasan yang dipimpin Firza Husein (Firza Husein adalah Ketua Solidaritas Sahabat Cendana-red)?

Sementara tidak ada. Yang bersangkutan perorangan. Namun kaitan keluar masih kami dalami

Eko juga sebagai salah satu kader Gerindra. Apa ada indikasi keterlibatan Parpol dalam makar ini?

Nggak ada. Kami sudah konfirmasikan, yang ada aksinya ya perorangan. Kami sudah konfirmasikan pada ketua pembinanya, kebetulan kami sudah konfirmasikan.

Ya kelompok itu-itu saja yang beberapa kali rapat di beberapa tempat, ya itu-itu saja.

Permufakatan makar dilakukan beberapa orang, bukan hanya orang per orang. Apa yang mereka inginkan dan tujuan sebenarnya? Menggulingkan pemerintahan yang sah, ada motif apa di balik itu?

Mereka masih bersikukuh bahwa ingin kembali ke UUD 45, ada salah satu poin-poinnya membubarkan pemerintahan yang sah. Ya boleh saja tapi kan ada tata caranya. Kalau memang tak sesusai dengan beberapa aturan yang ada (presiden) bisa di-impeach, tapi itu konstitusional, ada sidang istimewa.

Tapi mereka kan tak ada rencana, mencoba menduduki DPR, memaksa DPR menggelar sidang istimewa. Ada semua rencananya mereka.

Kalau ingin menggulingkan pemerintahan, apa polisi yakin ini aksi perorangan? Apa tidak ada kaitan dengan kelompok parpol atau kelompok tertentu?

Sementara yang kami dapatkan itu, tak boleh berandai-andai. Faktanya itu yang kami dapat. Kalau memang ada kami teruskan, kalau nggak ada ya kami nggak bisa mengarang-ngarang.

Termasuk yang kami ambil soal makar itu, kami nggak mengarang-ngarang, orang boleh bicara apa tapi kami punya bukti. Waktu kami lakukan penggeladahan ketemu beberapa selebaran, pamflet, banner, ada semua.

Mengenai analisa aliran dana makar dari PPATK (Pusat Pelaporan dan Analisa Transaksi Keuangan) bagaimana?

Beberapa manual yang transfer rekening sudah ada ditemukan. PPATK ini masih sedang dianalisa kembali, karena kan banyak ya, jangan sampai salah analisa karena menyangkut kredibilitas seseorang. Tapi yang manual yang mengaku diberikan dana sudah ada.

Berapa orang menerima aliran dana ini? Terpusat ke satu atau beberapa orang?

Sementara satu orang, ada pelaku lapangan yang persiapkan massanya untuk dibenturkan, militan lagi. Massa nggak semua militan. Yang militan 2 ribu saja, dari 10 ribu itu kan kelihatan banyak. Kita bisa lihat kan yang di depan saja (yang militan).

Indikasi awal sudah kami dapatkan. Tapi yang 411 kan damai, ya sudahlah, tidak ada masalah lagi. Tapi 212 akan mencoba lagi, itu settingannya tidak ke Istana tapi ke DPR.

Terkait pemberi dana ini polisi sudah menetapkan sebagai tersangka?

Masih terus. Dia betul-betul telak betul, kan ada yang saya kasihkan tapi untuk survei, karena dia salah satu kelompok tim pemenangan, bisa saja bicara begitu, buat atribut. Kami betul telak bahwa dana dipakai gerakan (makar-red). Yang jelas kami dapatkan indikasi itu ada.

Aliran dana untuk permufakatan makar ini ke siapa saja?

Nggak bisa sebutkan. Ada ke pelaksana lapangan, kira-kira ke sana.

Kapan diungkap pemberi dana makar?

Nanti kalau sudah gamblang. Kembali lagi, ini menyangkut kredibilitas seseorang. Lebih baik saya lambat menyampaikan atau tidak menyampaikan, dari pada saya cepat menyampaikan tapi ternyata tidak pas.

Itu hanya tambahan saja, dana. Yang penting kan permufakatan makar sudah ada, nggak usah ada dana pun, itu sudah jalan. Sudah bergerak, ada perencanaan, pertemuan, tulisan, perkumpulannya persiapan, mereka (makar) pakai apa sudah ada semua. Tidak terjadinya hal tersebut bukan karena kehendak sendiri, tapi karena kita. Tapi permufakatan, perencanaan sudah ada.

Ada kemungkinan analisa aliran dana nggak dilakukan melalui transfer bank, tapi tunai?

Ada, kemungkinan itu ada. Tunai ada, sudah ada pengakuan juga dari Zamran dan Rizal, ada yang memberikan dana (tak melalui bank). Saya yakin ada lagi dana lain yang belum diakui.

Total agregat dana yang dicurigai untuk makar?

Mungkin Rp 400 an juta, mungkin ada ratusan lain yang belum terungkap, kami hati-hati sekali untuk itu. Mereka kan sudah pintar, nggak mungkin dana itu ditransfer, pasti cash kan. Bisa ketahuan aliran rekeningnya kan.

Ada yang sekali transfer ada, mungkin kebetulan nggak ada waktu untuk ngasih cash.

Bagaimana dengan peran Kivlan Zen dan Adityawarman Thaha?

Ya sama, semua dalam satu rangkaian. Permufakatan bukan sendiri, bersama-sama, pertemuannya ada, dokumentasinya kami punya, tapi namanya orang sudah jadi tersangka ya kalau menyangkal itu hak dia. Kami nggak butuh keterangan tersangka kan, kalau bukti lain sudah ada, termasuk Sri Bintang Pamungkas, silakan mau nyiapin (pembelaan) nggak masalah. Kami ada bukti lain.

Bagan aliran dana itu tersebar di media sosial di bagian paling atas ada TS, bisa dikonfirmasi?

Itu yang buat itu siapa, kami nggak ngerti ya. Saya belum bisa komentar ya.

Berarti bila ada suatu komunitas yang melakukan aksi lainnya ke depan, sudah tak ada lagi yang disusupi dan melakukan pendomplengan?

Kelihatannya ya ini saja ya kan, yang 12 orang yang kami ambil. Kalau ada aksi lagi ya, Insyaallah tidak ada lagi yang kayak kemarin ya. Sampai sekarang indikasi lain belum ada.

Atau ada indikasi yang mendompleng akan mencari celah lain?

Ini saja belum selesai. Silakan saja kalau mau. Kami sudah berusaha membantu ya, kami tidak tahan semuanya kan, sudah sepuh, pertimbangan kemanusiasan, ada yang sakit seperti Bu Rachma (Rachmawati Soekarnoputri-red). Yang lain-lain yang tidak ditahan, kami punya pertimbangan lain.

Banyak pertanyaan kenapa tersangka ini sudah sepuh-sepuh kok makar? Kemampuan mereka mengorganisasi makar seberapa jauh, karena kan sudah sepuh?

Tanyakan sama dia hehehehe. Mereka pengalamannya ada, mereka kan orang yang punya pemikiran yang kuat, semua orang berpendidikan, punya wawasan. Kalau bilang saya sudah sepuh, makar kan nggak mesti muda, otaknya masih muda. Silakan sampaikan, nggak ada masalah buat kami.

Agenda pemeriksaan Angga (Pemilik PO) yang di Padang?

Kalau berkaitan kami lakukan (pemeriksaan) boleh saja kan? Kalau nggak ada kaitannya nggak kami kaitkan. Ada bukti, untuk melengkapi keterangan

Berkaitan dengan busnya yang disewa?

Iya, yang disewa, yang nyewa siapa, kapan, kami harus sinkronkan. Para saksi yang dipanggil nggak usah was-was, kalau tak terlibat nggak usah khawatir

Apa ini berarti ada rencana mobilisasi massa dari Padang?

Kemungkinan itu ada, makanya kami lakukan pemeriksaan itu.

9 Tersangka (makar) yang menyiapkan massa itu siapa saja?

Mereka hampir sama-sama punya kapasitas yang sama. Mereka kan sama-sama rapatnya, tujuannya sama-sama disiapkan menghadapi DPR itu.

Sejauh ini belum, ada penambahan tersangka makar lagi setelah Hatta Taliwang dan Ahmad Dhani?

Belum. Ahmad Dani penistaan ada tapi makarnya sedang kami dalami sedikit lagi, maka tak dilakukan penahanan yang bersangkutan. Tunggu perkembangan

Selain 11 orang yang ditahan kemarin, apakah mengarah pada satu master mind-nya?

Sementara nggak ada. 9 (tersangka makar) itu saja.

Dalam aksi 411 termasuk mereka yang ingin memperkeruh dan mendompleng?

Waktu 411 mereka ada di kelompok mobil bareng-bareng kan, berarti masih nyatu ingin masalah Ahok juga. Depan Istana ada Ahmad Dhani juga di atas waktu itu, ada Ratna Sarumpaet juga, Kivlan Zen, ada Adityawarman juga, Rachmawati juga di situ. Saya pkkir mereka sedang meluhat situasi, bisa nggak massa diangkut ke kelompok dia.

Sedangkan 212 mereka nggak ada di panggung kan, itu aja, gampang nilainya.

Yang makar ini dengan (aksi damai) 212 beda, bukan masalah Ahok, (yang makar) ke pemerintah, beda. Kebetulan mendompleng dengan situasi itu, mereka kan tidak punya massa. Yang punya massa ini kan GNPF ini. Tapi beda agendanya.

Pemimpin GNPF dilobi sama kelompok yang makar ini?

Dia nggak mau (Rizieq Shihab). Kan Rachmawati pernah ketemu Habib Rizieq

Pertemuan Rachmawati dan Rizieq Shihab itu untuk melobi?

Ya mungkin itu di antaranya.

Habib Rizieq tidak ada keterkaitan dengan kelompok makar ini?

Sementara belum kami temukan yang bersangkutan masuk di sini. Bahkan kami lihat tak ada tujuan ke sana (makar), dia murni masalah Ahok saja. Pertemuannya tidak ada Habib Rizieq. Kalau ada pasti ketahuan dari komunikasinya, saksinya, pertemuannya tidak pernah ada Habib Rizieq. Rachmawati ke sana bisa saja, kami belum tahu. Tapi kan itu bukan yang terpenting.

Waktu 411 dia ada di sana kan kelihatan, di mobil komando ada Kivlan Zen, Adityawaranman, Ahmad Dhani, ada Rachmawati pakai kursi roda, mungkin mereka ikut dulu di situ, melihat situasi yang berkembang.

Ada pertemuan di Universitas Bung Karno (UBK) waktu itu. Apakah mahasiswa UBK akan digerakkan oleh Rachmawati?

Bisa saja, namun kami tidak dapat, karena mungkin mahasiswa. Kalau ada sudah kami periksa. Kebetulan dia adalah yang punya UBK tapi tak bisa digeneralisasi semua mahasiswa UBK akan ikut aksi, kan nggak bisa begitu. Berdiri sendiri.

Zamran dan Rizal belum ditetapkan tersangka makar?

Belum. Kami dalami banyak saksi yang mengarah hal tersebut. Ada beberapa kali ikut (rapat) tapi kelompok besar tidak, dia nggak butuh itu, dia pelaksana lapangan yang punya massa.

Bagaimana respons pihak Istana atas Polda Metro Jaya yang sudah sukses menggagalkan aksi makar ini dan mengawal aksi damai 212 ini?

Saya ke Kapolri, saya nggak ke Istana langsung, ke Kapolri. Kapolri saya nggak tahu ke Istana. Saya melaksanakan tugas saja demi negara, kepala negara saya yang diganggu, itu tugas saya dibantu TNI.

Saya kan lapor ke Kapolri, saya tahu diri, tak boleh melangkahi beliau. Yang bawahan Presiden langsung kan Kapolri, saya cukup lapor ke Kapolri.

Ada beberapa eks petinggi TNI menjadi tersangka. Proses komunikasinya dengan TNI sendiri bagaimana?

Kami sudah prediksi awal, katakan yang 2, Kivlan Zen dan Adityawarman, kami ambil, kami tangkap, ada upaya paksa Kepolisian. sudah kami prediksi akan terjadi nanti digoyang, bukan TNI, tapi yang adu domba. Ada Golden TV yang bicara singgung TNI, TNI AD bakal diserang, bakal berulang tahun 65 seperti Cakrabirawa mengambil (para jenderal).

Sudah kami hitung Plan A, Plan B-nya. Maka kami sudah bicara sama Pangdam, kami akan ambil ini. Dia bilang “Nggak apa-apa, silakan saja, mereka sudah sipil”. Saya tahu, takutnya nanti ada sensitif, sebab itu (Pangdam Jaya) lapor juga dengan Panglima TNI, depan saya lapornya, meskipun seharusnya juga tidak di dampingi POM, dia sudah sipil, kena juga UU umum.

Tapi kami antisipasi, kami siapkan gambarnya, itu akan terjadi kami sudah tahu, akan terjadi nanti, bahwa ada Panglima TNI, kan sudah sipil, tapi kami jaga, ada polemik di media sosial, tidak apa-apa depan tni, Pangdam bicara tidak ada masalah.

Memang tak ada masalah, dan tahu TNI siapa Kivlan Zen dan Adityawarmnan. Tahu bagaimana, ya tanya saja beliau-beliaunya…

Makanya kami sudah menghitung, ambil ini kan terjadi ini, ini antisipasinya, betul kan? Mau diadu. Pasti pihak ketiga yang adu domba.

Dubes RI Seoul: Selamatkan Kesempatan Kerja di Korsel

Januari 2017 ini akan menjadi bulan terakhir bagi John A Prasetio menjabat sebagai Dubes RI untuk Korea Selatan (Korsel). Setelah 4 tahun berada di sana, pria kelahiran Semarang ini fasih menuturkan kepada detikcom tentang tenaga kerja Indonesia (TKI) hingga perkembangan kerjasama ekonomi RI-Korsel.

Mengenai TKI, John mengatakan tak ada TKI seberuntung di Korsel. TKI tak dinilai lebih rendah dari tenaga kerja lokal sehingga mendapatkan upah minimum regional (UMR) di sana, hingga fasilitas lain dan bisa menabung.

“Gaji mereka pada tingkatan “UMR” setempat atau kisaran Rp 14,5 juta per-bulan. Kalau ditambah lembur mereka bisa mengantongi hingga Rp 30 juta. Dari situ berdasarkan survei kita, rata-rata bisa menabung sekitar Rp 17 juta. Jadi, hitungan kasar saya, potensi remitensinya pada kisaran Rp 7 triliun per-tahun,” jelas John.

Namun, ada beberapa hal yang mengancam berkurangnya kuota TKI di Korsel. Apa saja? Berikut petikan wawancara bagian pertama detikcom dengan Dubes John A Prasetio tentang seluk beluk TKI:

Apa kelebihan TKI di Korea Selatan?

Sepaham saya, tidak ada TKI yang lebih mujur dibandingkan TKI di Negeri Ginseng. Mereka disamakan secara hukum dengan pekerja setempat, baik gaji maupun fasilitas lainnya. Itulah keuntungan pengiriman TKI dalam skema G-to-G. Tidak heran bila TKI di sana terihat gagah dan perlente hehehehe.

Bisa digambarkan fasilitas yang didapatkan?

Gaji mereka pada tingkatan “UMR” setempat atau kisaran Rp 14,5 juta per-bulan. Kalau ditambah lembur mereka bisa mengantongi hingga Rp 30 juta. Dari situ berdasarkan survei kita, rata-rata bisa menabung sekitar Rp 17 juta. Jadi, hitungan kasar saya, potensi remitensinya pada kisaran Rp 7 triliun per-tahun.

Memangnya mereka tidak butuh pengeluaran harian sehingga bisa menabung demikian besar?

Meskipun berbeda-beda kualitasnya, namun sesuai dengan kontrak maka TKI kita telah disiapkan tempat tinggal dan makan dua kali sehari. Jadi tidak heran kalau mereka mengantongi uang tabungan cukup besar. Bahkan gadget mereka selalu update dan lebih bagus dari milik saya. Itulah yang membuat mereka terlalu betah di sana.

Bagaimana posisi TKI dibandingkan tenaga Asing lainnya di sana?

Ini yang menarik. Jumlah TKI kita 38 ribuan, atau nomor tiga setelah Vietnam dan Kamboja. Setahun rata-rata datang dan pergi 5.000 TKI yang semua berdasarkan permintaaan perusahaan Korea. Sayangnya tahun ini jumlah permintaan mengalami penurunan sedikit, kisaran 4 persen.

Mengapa tidak naik tapi justru menurun?

Setidaknya terdapat dua hal yang menjadi penyebab. Pertama adalah masih tingginya jumlah illegal workers kita di sana yang tahun lalu masih pada kisaran 5.500, atau turun dari 7.000 dibanding tahun sebelumnya.

Kedua, TKI kita sulit meninggalkan zona nyaman di Korea untuk menghadapi ketidakpastian hidup di Indonesia. Dari punya pendapatan Rp 20 juta misalnya lalu harus pindah wiraswasta di kampungnya. Perubahan mental seperti ini tidak semua TKI siap. Di sini yang diperlukan adalah pemberdayaan dan pendampingan TKI saat pulang kampung oleh pihak berwenang.

Apa hubungan antara TKI ilegal dengan turunnya permintaan?

Pemerintah Korea memberikan kuota TKI berdasarkan assesment mereka antara lain faktor banyak sedikitnya overstayers. Kalau TKI ilegal kita dianggap tinggi maka turunlah kuota kita. Alhamdulillah tahun 2016 kita mampu menurunkan jumlah TKI ilegal hingga 1.500-an orang. Tahun 2017 ini kita harapkan kuota Indonesia bisa naik kelas lagi. Semoga.

Adakah hal lain yang menyebabkan turunnya kuota TKI kita?

Saya kira ada, yakni soal non teknis lain seperti radikalisme. Tahun ini misalnya, beberapa gelintir TKI kita dideportasi karena dianggap cenderung radikal dengan kesukaannya mengakses situs-situs ‘berbahaya’. Ada juga yang ditengarai mengirim uang ke Suriah untuk kelompok radikal. Ini semua pasti akan berimbas pada keengganan pengusaha Korea merekrut TKI. Bahkan akhir-akhir ini ada WNI yang ditengarai terlibat penggunaan dan perdagangan narkoba.

Waduh. Harus ada program deradikalisasi dong?

Harus ada demi menyelamatkan lapangan kerja kita. Dan itu kita kerjasamakan dengan Kemlu maupun BNPT (Badan Nasional Penanggulangan Terorisme-red). Namun yang jelas, kita terus berkomunikasi dengan TKI melalui berbagai media untuk mengingatkan bahaya mengakses situs radikal. Maklumlah, gadget yang canggih dan internet di Korea yang super cepat, membuat mereka mudah tergoda akan hal-hal baru yang selama ini tidak dikenal di kampungnya. Ini tantangan nyata di lapangan.

Jadi, secara umum, apasaran Anda untuk mempertahankan atau meningkatkan lapangan kerja TKI yang demikian bagus di Korea Selatan?

Pertama, persiapan yang baik. Jangan ada yang abal-abal. Jangan memalsukan dokumen apapun termasuk kesehatan. Seleksi dengan super duper ketat.

Kedua, KBRI di Seoul terus mendampingi mereka dengan melakukan perlindungan dan pembinaan melalui berbagai cara. Terakhir, siapkan program pemberdayaan yang tepat dan serius agar mereka siap pulang manakala habis masa kontraknya.

Menteri Asman Abnur: Presiden Bentuk Lembaga Baru Sesuai Visi Misi

Presiden Joko Widodo (Jokowi) pada Rabu kemarin melantik Ketua dan anggota Dewan Pengarah Unit Kerja Presiden Pembinaan Ideologi Pancasila (UKP PIP). Ini adalah badan ketiga yang dibentuk Presiden Jokowi sejak menjabat pada 20 Oktober 2014 lalu. Selain tiga lembaga tersebut sebelumnya Presiden juga membentuk badan lain yang merupakan badan transformasi dari badan yang pernah ada.

Ada juga satu kelompok kerja yang dibentuk Jokowi. Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Asman Abnur mengatakan bahwa Presiden sesuai undang-undang bisa membentuk lembaga sesuai visi misinya.

Lembaga dibentuk dalam rangka mencapai strategi visi misinya. Presiden memiliki program Nawacita, nah dibentuklah lembaga-lembaga yang bisa mencapai realisasi program itu. Berikut ini wawancara khusus detikcom dengan Menteri Asman Abnur di kantor Menpan RB di jalan Jenderal Sudirman, Jakarta Selatan, Kamis (8/6/2017)

Bagaimana latar belakang dibentuknya 9 badan baru oleh Jokowi?

Perlu diluruskan bahwa presiden bukan membentuk 9 lembaga tapi 3 lembaga baru. Sementara 5 di antaranya dibentuk dari badan yang sudah ada dan 1 kelompok kerja

5 lembaga yang ditransfomasi ialah:

1. Kantor Staf Presiden transformasi dari UKP 4 yang dibentuk berdasarkan Perpres No. 54 Tahun 2009 tentang Unit Kerja Presiden bidang pengawasan dan pengendalian Pembangunan dengan menambahkan fungsi komunikasi politik

2. Komite Ekonomi dan industri Nasional (KEIN) yang ditransformasi dari Komite Ekonomi Nasional yang dibentuk berdasarkan perpres No. 31 Tahun 2010

3. Badan Peningkatan Penyelenggara Sistem Penyediaan Air Minum (BPPSPAM) yang ditransformasikan dari Badan pendukung pengembangan sistem Penyediaan Air minum yang dibentuk berdasarkan UU No. 7 Tahun 2004

4. Badan Keamanan Laut (Bakamla) yang ditransformasikan dari Badan Kordinasi Keamanan Laut ( Bakorkamla) sesuai dengan amanat UU No. 32 Tahun 2014

5. Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) yang ditransformasi dari lembaga Sandi Negara (Lemsaneg), terdapat satu lembaga direktur fungsi keamanan informasi yang digabung dengan lembaga BSSN

Sedangkan 3 lembaga yang baru dibentuk ialah:

1. Badan Restorasi Gambut (BRG), yang dibentuk untuk jangka waktu selama lima tahun sampai 2020 di 7 wilayah provinsi di Riau, Jambi, Sumsel, Kalbar, Kalteng, Kalsel, dan Papua.

2. Komite Nasional Keuangan Syariah (KNKS), ini memang di butuhkan dalam rangka mengembangkan ekonomi syariah sebagai penduduk mayoritas islam, tertinggi di dunia.

3. Unit Kerja Presiden Pembinaan Ideologi Pancasila (UKP-PIP), dibentuk dalam rangka pemantapan, pemahaman kembali ideologi Pancasila sebagai dasar negara.

Kelompok kerja baru ialah, Satuan Tugas Pemberantasan Pungutan Liar ( Satgas Saber Pungli) ini bukan lembaga tapi satuan tugas yang bersifat sementara.

Untuk diketahui kita juga telah membubarkan 10 lembaga non struktural di tahun 2014, 2 tahun 2015, 9 Tahun 2016, Tahun 2017 sedang ditelaah lagi ada beberapa, untuk jumlah masih dikaji, akan digabung atau dihapus

Bisa dijelaskan kembali apa latar belakang Presiden membentuk tiga lembaga baru?

Presiden kan berdasarkan UU, dia bisa membentuk lembaga sesuai visi misinya, dalam rangka mencapai strategi visi misinya. Presiden memiliki program Nawacita, nah dibentuklah lembaga-lembaga yang bisa mencapai realisasi program itu. Untuk 3 lembaga baru itu.

Untuk restorasi gambut kita kan negara dengan rawan kebakaran dan setiap tahun itu ada, dan bahkan jadi langganan, tahun ini semenjak dibentuk lembaga ini manfaatnya cukup besar titik-titik api sudah dapat dipantau sejak dini karena bekerja dengan sifat preventif, pencegahan sehingga penurunan kebakaran menurun, bisa dikatakan untuk tahun ini tidak ada.

Ada datanya?
Data di kementrian kehutanan,

Kemudian?

Komite keuangan syariah kita mengetahui sekarang pertumbuhan ekonomi syariah di Indonesia sangat bagus maka dari itu perlu satu lembaga atau komite yang betul- betul fokus untuk mengembangkan ekonomi syariah ini. Dan sebagai negara mayoritas muslim sudah sewajarnya lah kita sebagai pusat ekonomi syariah. Itu targetnya.

Pemantapan Pancasila, tahulah saat ini pemahaman Pancasila sangat dibutuhkan terutama bagi siswa-siswa, apalagi sekarang malah banyak yang tidak hafal Pancasila. Bedanya, pemantapan Pancasila ini tidak seperti BP7 dulu. Inilah nanti yang perlu dirumuskan lembaga UKP-PIP

Adakah lembaga lain yang akan dibentuk Presiden setelah UKP-PIP?

Sampai sekarang kita belum ada rencana ya kecuali ada hal-hal tertentu yang tidak bisa kita hindarkan. Tapi yang jelas sekarang kita melakukan pencegahan dengan tidak lagi mencantumkan badan-badan baru yang diamanatkan oleh undang-undang. Jadi setiap undang-undang yang lagi diselesaikan di DPR kita imbau melalui surat Menpan dan Setkab agar tidak lagi pembentukan badan di DPR sesuai amanat UU.

Karena jika sesuai UU saat tertentu lembaga tersebut tidak dibutuhkan akan susah untuk membubarkannya tapi dengan Kerpres, PP setiap saat kita bisa evaluasi

Beda UKP-PIP dengan BP7?

Kalau BP7 untuk lebih pada bagaimana eksekusi pelaksanaan pembinaan tapi UKP-PIP dia merumuskan garis-garis besarnya, metode, kurikulum bagaimana internalisasi pancasila nanti yang laksanakan tetap kementerian dan lembaga, tapi supaya terpadu pemahamannya, penafsitran dan nilai-nilainya itu harus sama nanti bagaimana internalisasinya. Misalnya melalui sekolah-sekolah nanti Mendikbud yang melaksanakan, berbicara mengenai masalah ASN Menpan yang punya kewenangan, demikian TNI Polri, Menhan punya pusat-pusat pelatihan, kan kalau BP7 pelatihannya mereka sendiri yang tentukan dan yang melaksanakan langsung. Tapi UKP-KIP kan tidak karena seluruh kementerian lembaga sudah ada unit yang melaksanakan.

Apakah UKP-PIP nanti juga akan diarahkan untuk menghidupkan lai penataran P4?

Di situ kan yang didudukkan para ahli. Merekalah nanti yang merumuskan kebijakan-kebijakan dan formatnya, seperti apa hasilnya menunggu kebijakan, sekarang kan mereka baru dilantik.

Kita juga tidak tahu apakah P4 masih sesuai dengan sekarang atau tidak. Bisa saja nanti metode yang dibangun lebih kekinian yang lebih sesuai dengan era digilitasi, kan harus ada inovasi baru yang paling penting bisa menjaga nilai-nilai Pancasila. Kita tahu sendiri sekarang banyak permasalahan radikalisasi, masalah kerukunan dan lainnya, kalau kita punya dasar filosofi yang sama kita bisa mencegah hal itu.

Bagaimana koordinasi UKP-PIP dengan institusi lain di daerah misalnya?

Lembaga ini merupakan lembaga yang membantu presiden untuk mengarahkan kebijakan umum pembinaan Pancasila dan melaksanakan koordinasi dan sinkronisasi pengendalian pemahaman Pancasila.

Mereka lah nanti yang membuat road map pengendalian Pancasila. Untuk pelaksanaan pengendalian idelogi akan tetap dilakukan kementerian dan lembaga masing-masing, seperti tadi, sekolah-sekolah misalnya dikendalikan oleh kemdikbud, sekali lagi lembaga ini bukan berbentuk operasional.

Mendikbud: Sekarang USBN Penentu Kelulusan, UN Malah Tidak

Ujian Sekolah Berstandar Nasional (USBN) tingkat SMA/sederajat baru saja selesai dilaksanakan. Bulan depan, giliran tingkat SMP/sederajat yang akan menghadapinya.

Mungkin ada yang belum paham apa beda antara USBN dengan Ujian Nasional (UN) yang rutin dilaksanakan tiap tahun. Katanya UN sekarang bukan penentu kelulusan, apa betul? Lalu, apa sebetulnya USBN itu?

Untuk itu, simak wawancara detikcom dengan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Muhadjir Effendy saat berbincang di Barelang, Batam, Kepulauan Riau, pada Kamis (23/3/2017) berikut ini:

Ujian Sekolah selama ini kan tidak menentukan kelulusan, apakah sama halnya dengan USBN?

Menentukan kelulusan. Malah sekarang, Ujian Nasional yang nggak. Sekarang yang rawan (bocor) itu USBN karena menentukan kelulusan.

Bagaimana bila soal USBN sampai bocor?

Tapi kalau bocor segala itu kan baru tahun ini. Kalau dulu kan nggak ada USBN. Kalau dulu bocor, nggak ada yang ribut wong semuanya bocor. Kan Ujian Sekolah.

USBN ini kan justru kalau sekarang banyak cerita bocor itu berarti bagus, karena selama ini sudah bocor (tapi) pada diam saja. Karena yang buat (soalnya) sekolah, dibocorkan gurunya pun tidak ada yang tahu. Nggak ada yang ngawasi, nggak ada standarnya.

Padahal kita punya standar nasional pendidikan. Baru ini kita perlakukan betul standar itu.

Apakah semua sekolah sudah siap dengan USBN?

Memang banyak yang belum siap makanya harus pelan-pelan. Tahun depan sudah lebih baik lah, karena kalau ada pelanggaran kita beri sanksi. Sekarang pun yang melanggar akan diberi sanksi.

Kan dulu, dulu nggak ada Ujian Sekolah Berstandar Nasional, semaunya guru (membuat soalnya). Karena kebijakan itu baru berapa bulan, mereka banyak yang masih belum siap dan lagi sekarang kita kontrol semua.

Adakah pihak eksternal yang awasi pelaksanaan USBN?

LSM kita libatkan, ICW kita persilakan awasi. Selama ini memang nggak beres. Sekarang ada berita, berarti bagus. Kita perbaiki sistem ke depan dan terus kita perbaikan terus.

Siapa yang membuat soal USBN?

Regional, dan itu yang menentukan kelulusan.

Dulu kan banyak siswa yang tidak serius dengan ujian sekolah, karena fokus di UN. Terkadang ada siswa yang sebetulnya tak lulus, tapi diluluskan oleh gurunya. Bagaimana dengan sekarang?

Saya dulu juga begitu kok. Sekarang sudah nggak bisa. USBN menentukan kelulusan. Banyak orang nggak tahu bahwa Ujian Nasional tak menentukan kelulusan.

Kalau dulu kan nilai rapor pun bisa dimainkan guru. Kalau sekarang nggak bisa itu. Sekarang begitu nilai keluar, langsung masuk Data Pokok Pendidikan, sudah dikunci. Kalau nggak begitu kita nggak akan maju.

Misalnya sekarang ada lembaga pengguna lapangan kerja terima lamaran, bisa ambil data ke Data Pokok Pendidikan. Sekarang sekolah nggak bisa palsukan nilai. Karena sekarang, seminggu setelah ujian ini nilai harus masuk.

Apakah berlaku juga untuk sekolah swasta?

Sekolah swasta juga sama, kecuali yang belum terakreditasi. Sekolah yang belum terakreditasi, ujiannya harus numpang ke sekolah lain. Tapi yang tanda tangan keterangan ujian itu sekolah yang ketempatan.

Tapi selama ini kan sekolah swasta bergantung pada kebijakan yayasan. Bagaimana kalau yayasan ‘menakut-nakuti’ guru agar mengatrol nilai siswanya?

Sekarang yayasan pun nggak bisa nakut-nakutin lagi. Sekarang ini, dengan Ujian Sekolah Berstandar Nasional ini guru aman.

Setelah USBN kan masih ada UN, bagaimana persiapannya?

Sudah. Semua soal sudah di provinsi dan dijaga polisi. Tinggal nanti didistribusi ke sekolah-sekolah saja pada H-3. Peserta UN 2017 ada 7,8 juta untuk SMP-SMA.

Kalau UN lewat komputer (UNBK), soal baru sampai kalau dia duduk di depan komputer.

Ada tambahan peserta UNBK?

Dulu sudah, tapi kecil, hanya nggak sampai 10 persen. Sekarang untuk SMA/SMK sudah 80 persen, SMP 40 persen.

Dengan begitu kita tahu kan berapa sekolah yang membutuhkan komputer. Kita akan bekerja sama dengan Menkominfo dan Kementerian ESDM untuk ini.

Ini Penyebab 15 Koperasi di Kota Sungai Penuh Tidak Aktif

Sebanyak 15 koperasi di Kota Sungai Penuh tidak aktif hingga saat ini. Sinas Koperasi dan UMKM Kota Sungai Penuh terus mendorong agar masyarakat menumbuh kembangkan koperasi dan melakukan pembinaan terhadap koperasi yang masih aktif.

Kepala Dinas Koperasi dan UMKM Kota Sungai Penuh, Jarpendi mengatakan dari 103 koperasi yang terdaftar di Dinas Koperasi dan UMKM Kota Sungai Penuh, hanya ada 88 koperasi yang masih aktif.

“Sementara sisanya sebanyak 15 koperasi dinyatakan tidak aktif lagi,” ujarnya.

Harpendi menyampaikan koperasi yang tidak aktif disebabkan oleh sejumlah kendala. Di antaranya saat pemekaran Kota Sungai Penuh dari Kabupaten Kerinci, ada koperasi yang dibentuk oleh OPD dan instansi yang kantornya berada di wilayah Kota Sungai Penuh yang belum dibubarkan oleh kementrian.

“Selain itu juga disebabkan oleh pengurus dan anggota koperasi yang sudah membubarkan diri, koperasi yang menunggak dana dari pemerintah pusat, dan koperasi yang pengurusnya tidak lagi mengadakan rapat anggota tahunan,” jelasnya.

Koperasi yang statusnya tidak aktif sebutnya, hanya bisa dibubarkan langsung oleh Kementrian Koperasi dan UMKM RI. Sementara Dinas Koperasi dan UMKM Kota Sungai Penuh hanya mengajukan daftar koperasi yang tidak aktif ke Kementrian.

Menurut Harpendi, koperasi yang tidak aktif baru bisa dibubarkan jika tidak ada tunggakan anggota. Untuk itu pihaknya terus melakukan pendekatan persuasif kepada anggota koperasi agar tidak menunggak saat melakukan peminjaman.

“Sehingga kegiatan koperasi dapat berjalan dengan baik,” ungkapnya.

Pada umumnya lanjutnya, koperasi yang ada di Kota Sungai Penuh bergerak di bidang simpan pinjam. Ke depan Dinas Koperasi dan UMKM Kota Sungai Penuh terus melakukan pembinaan dan mengajak pengurus koperasi untuk tidak hanya bergerak di bidang simpan pinjam, namun untuk kegiatan di bidang lainnya diharapkan dapat dikembangkan.(*)

Gelar Seminar Kesehatan Reproduksi, Pemkot Sungai Penuh Apresiasi Kerja Dinas Kesehatan dan PKK

Wali Kota Sungai Penuh diwakili Asisten Pemerintahan dan Kesra, Marsal membuka acara seminar Kesehatan Reproduksi, Kamis (19/9). Acara yang digelar di Aula Hotel Mahkota ini dihadiri Forkopimda, Staf Ahli, Kepala SKPD, Kepala Puskesmas, Bidan dan Kader Posyandu, serta Para Kader PKK Kecamatan dalam lingkup Kota Sungai penuh.

Mewakili Walikota, Marshal memberikan apresiasi kepada Dinas Kesehatan dan TP PKK Kota Sungai Penuh yang telah bekerjasama dalam upaya memenuhi hak reproduksi. Khususnya kader-kader kesehatan yang hadir, merupakan perpanjang tangan dari Dinas Kesehatan dan Pemerintah Kota Sungai penuh dalam menyampaikan informasi penting tentang kesehatan terutama Kesehatan Reproduksi.

Marsal mengungkapkan, dengan derasnya arus globalisasi yang melanda berbagai sektor dan sendi kehidupan, maka berkembang pula masalah-masalah kesehatan yang terjadi di masyarakat. Salah satu penyebabnya adalah ketidaktahuan atau kurangnya informasi yang jelas, benar dan tepat.

“Dengan adanya seminar ini bisa menjadi pembelajaran bagi kita semua, terutama bidan sebagai ujung tombak pelayanan serta kader sebagai konselor dan pemberi informasi yang berada dekat di tengah masyarakat,” harapnya.

Acara Seminar Kesehatan ini menghadirkan narasumber dari Jakarta Ibu dr. Farina Kristanto diploma,ciptac,m biomed.(*)

Cermati Capaian Kinerja SKPD, Wako AJB Gelar Rapat Evaluasi Realisasi APBD 2019

Wali Kota Sungai Penuh, H. Asafri Jaya Bakri (AJB), memimpin rapat realisasi fisik dan keuangan tahun 2019, Kamis (3/10). Rapat yang diikuti para Kepala SKPD beserta Jajarannya itu dilaksanakan di Aula Kantor Walikota Sungai Penuh.
Rapat guna memastikan seluruh program di setiap SKPD baik fisik maupun keuangan dapat terlaksana sesuai target yang telah ditetapkan.
Secara bergiliran, Kepala SKPD memaparkan capaian serapan anggaran Dana Alokasi Umum (DAU) serta kendala yang dihadapi. Dari paparan itu, rata-rata serapan anggaran tiap SKPD mencapai 50 persen sampai 70 persen.
Wako AJB dikesempatan itu meminta kesadaran Kepala SKPD dan jajarannya bekerja sungguh-sungguh dengan sisa waktu, untuk melakukan percepatan serapan anggaran. Perencanaan yang tidak matang juga menjadi perhatiannya.
“Ke depannya kita akan terus melakukan evaluasi, sebagai bentuk tanggung jawab kita terhadap pembangunan Kota Sungai Penuh,” tutup Wako.(*)

Dua Pimpinan DPRD Kota Sungai Resmi Dilantik, Posisi Ketua Belum Diusulkan

DPRD Kota Sungai Penuh mengelar rapat paripurna pelantikan dan pengambilan sumpah jabatan pimpinan, Rabu (2/10). Namun pelantikan hanya dilakukan untuk wakil ketua I dan wakil ketua II, sementara posisi ketua definitip DPRD belum dilantik.

Rapat Paripurna dipimpin oleh Ketua Sementara, Aspar Nasir didampingi wakil ketua sementara Satmarlendan serta  23 anggota dewan. Dan dihadiri oleh Wali Kota Sungai Penuh H. Asafri Jaya Bakri, Wakil Wali Kota H. Zulhelmi, unsur forkopimda, KPU, Bawaslu, Asisten, Kepala OPD, Camat dan tamu undangan lainnya.

Pelantikan pimpinan DPRD Kota Sungai Penuh tersebut berdasarkan surat keputusan Gubernur Jambi nomor : 1142/Kep.Gub/Setda. Pem-Otda-2.2/2019 tanggal 25 September 2019, yang dibacakan oleh Sekretaris DPRD Sungai Penuh Alpian,SE, MM, menetapkan pimpinan DPRD Kota Sungai Penuh masa jabatan 2019-2024 Satmarlendan,Dpt (dari PAN) sebagai Wakil Ketua I dan Syafriadi,SH (dari Hanura) sebagai wakil ketua II DPRD Kota Sungai Penuh.

Artikel ini telah tayang di Tribunjambi.com dengan judul Dua Pimpinan DPRD Kota Sungai Resmi Dilantik, Posisi Ketua Belum Diusulkan, https://jambi.tribunnews.com/2019/10/03/dua-pimpinan-dprd-kota-sungai-resmi-dilantik-posisi-ketua-belum-diusulkan.

Pengucapan sumpah/janji pimpinan DPRD Kabupaten Kerinci masa jabatan 2019-2024 dipimpin oleh Ketua Pengadilan Negeri Sungai Penuh Dedi Kuswara,SH.,MH.

Dalam sambutannya Pimpinan DPRD Kota Sungai Penuh Satmarlendan menyampaikan ucapan terima kasih kepada Ketua Pengadilan Negeri Sungai Penuh yang telah memandu pengucapan sumpah/janji pimpinan DPRD Kota Sungai Penuh.

“Beberapa kegiatan dewan telah dilaksanakan dalam rapat paripurna DPRD, yaitu pembentukan fraksi-fraksi, pengumuman pimpinan defenitif yang dituangkan dalam surat keputusan, penyusunan rancangan tata tertib dewan, serta kegiatan lainnya,” ungkap Satmarlendan, Dpt.

3 Rumah Habis Terbakar, Pemkot Sungai Penuh Serahkan Bantuan pada Korban Kebakaran Koto Tengah

Kebakaran yang terjadi di Koto Tengah, Tanah Kampung, Kota Sungai Penuh Rabu kemarin, menghanguskan tiga rumah.

Pemerintah Kota Sungai Penuh melalui Asisten Perekonomian dan Pembangun, Ir. Herman menyerahkan bantuan untuk korban kebakaran tersebut, Jumat (11/10).

Didampingi kepala BPBD, Kabag Humas serta Camat, Ir. Herman, MM menyerahkan bantuan berupa kebutuan pangan dan sandang serta paket family kit.

Usai menyerahkan bantuan Ir. Herman, MM mengatakan, Pemerintah Kota Sungai Penuh turut berduka atas musibah ini dan bantuan yang diserahkan jangan dilihat dari nilainya, tapi lihat sesuatu dari manfaatnya dan kepedulian.

Artikel ini telah tayang di Tribunjambi.com dengan judul 3 Rumah Habis Terbakar, Pemkot Sungai Penuh Serahkan Bantuan pada Korban Kebakaran Koto Tengah, https://jambi.tribunnews.com/2019/10/11/3-rumah-habis-terbakar-pemkot-sungai-penuh-serahkan-bantuan-pada-korban-kebakaran-koto-tengah.
Penulis: heru
Editor: Teguh Suprayitno